Program inovasi Republik Vannamei sejak tahun 2009 yang membuka peluang budidaya udang vannamei dengan lahan terbatas, modal minimal dan hasil maksimal.
Rekonstruksi tambak menjadi ukuran kecil (300–1.500 m²), menggunakan HDPE, terpal atau mulsa dengan kebutuhan oksigen dipenuhi melalui kincir dinamo maupun kincir rangka.
Lahan yang digunakan tidak memerlukan area luas sehingga dapat memanfaatkan kebun pisang, pekarangan rumah, kebun melati maupun hamparan lahan pasir.
Adalah program budidaya vannamei pola intensif skala rumah tangga (small scale) dengan luasan mini, modal minimal dan hasil maksimal untuk usaha yang lebih efektif, efisien dan produktif.
Resiko terbesar dalam hidup ini adalah sama sekali tidak terlibat mengambil risiko.
Kondisi lahan bekas tambak biasanya sudah cukup dalam dibandingkan dengan level 0 tanah. Kontruksi ini juga jadi pilihan untuk lahan mentah tapi untuk pembuatan tanggul ketersediaan tanah kurang.
Tambak CPVe dilengkapi dengan petak pengendapan, petak treatmen dan IPAL sebagai satu kesatuan sistem budidaya.
Bahkan dibeberapa tambak sudah dilengkapi petak rekondisi yang berfungsi air siap pakai.
Layout tambak sebagai berikut:
Pembuatan tambak bisa dilakukan dengan memakai alat berat sehingga cepat selesai. Mahal? Tidak karena biasanya petambak patungan (dalam kelompok) mendatangkan alat berat.
Sama seperti rekonstruksi tambak KaVe, yang memanfaatkan lahan tidak terlalu luas. Beberapa petak sudah menggunakan HDPE atau LDPE.
Penting artinya agar fungsi kincir benar-benar maksimal, terutama untuk mengarahkan lumpur ke central drain. Beberapa posisi kincir yang disarankan dengan jumlah kincir dan luas petak berbeda, sbb:
Tambak RtVe dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
Kontruksi dari bambu yang dibalut dengan terpal.
Contoh : tambak milik Aris,
Bangkalan – Jatim
Tambak RtVe dengan memanfaatkan hamparan pasir.
Lahan pasir dicetak bentuk tambak dan dilapisi
bagian tanggul dan dasar petak dengan terpal
sehingga kedap air.
Contoh : tambak PaZi,
Gumukmas - Jember – Jatim
Tambak RtVe dengan memanfaatkan kebun Melati.
Kebun Melati sangat umum di Tegal sebagai bisnis
sampingan masyarakat. Maraknya bisnis tambak,
mengalihkan lahan menjadi tambak udang.
Masyarakat yang cukup mampu, tambak dilapisi
dengan HDPE.
Contoh:
Tambak milik Uber,
Tegal - Jateng
Tambak RtVe dengan rekonstruksi tambak
dengan luasan lebih 0.5 ha menjadi ukuran
luas 1.000-1.200 m².
Contoh:
Tambak milik H. Jamaluddin,
Samalanga - Aceh Utara,
yang merekonstruksi tambak 1 ha
menjadi 5 petak @1300 m².
Lokasi tambak berjarak 3 km dari pantai
dengan salinitas dibawah 5 promil.
Rekonstruksi dari lahan pertanian.
Pertama kali dikenal konsep pendederan
udang dengan cara pembuatan petak
pendederan di bak-bak beton
dengan fasilitas blower.
Contoh :
Tambak percontohan CP
di Jenggolo - Tuban
Beberapa ibu-ibu selaku pemilik tambak
melakukan panen udang di tambak RtVe.
Contoh:
tambak Pazi,
Gumukmas Jember – Jatim.
Seminar di Fakultas Perikanan UB Malang dengan mengundang Pemerintah, Akademisi dan Swasta. Dilanjutkan tanya jawab dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan terkait pengembangan tambak rakyat di Indonesia yang murah, terjangkau dan cocok untuk keluarga kecil produktif.
Menguak geliat perkembangan tambak rakyat melalui budidaya udang skala kecil (small scale).
Panen parsial dalam Kunjungan Kerja Menteri KKP, Cicip D Sutardjo di KaVe Lamongan.
Panen udang vannamei oleh Bupati Barru, Andi Idris Syukur, di Tambak Ira, Barru – Sulawesi Selatan.
Dari Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP-RI).
Penganugerahan diberikan atas prestasi sebagai :
Kunjungan Mantan Wakasad, Jend. Pur. Fachrul Razi, di RtVe Kedungpeluk, Sidoarjo - Jawa Timur.
Panen parsial dalam Kunjungan Mantan Menteri KKP, Rokhmin Dahuri, di RtVe Modung, Bangkalan - Jawa Timur.
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, melakukan panen parsial di Tambak Percontohan Raihana, Desa Meunasah Baro, Peudada, Kabupaten Bireuen.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan produktivitas budidaya perikanan dan kesejahteraan petambak.
Penandatanganan kerjasama antara Menteri Desa (Mendesa PDTT), Eko Putro Sandjojo dan CPPrima, dalam penyaluran KUR BNI yang berlangsung di Lampung Timur.
Tujuannya untuk membantu permodalan, memperkuat ekonomi desa dan mendorong pemberdayaan BUMDes.
Kunjungan Kerja dan Panen Udang Menteri KKP Susi Pudjiastuti di tambak RtVe milik H. Firman Tawou, Kolaka – Sulawesi Tenggara.
Kunjungan Kerja Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, di Tambak Percontohan milik Triono, Bandarnegeri Lampung Timur.
Tambak tersebut dijadikan sebagai percontohan program KUR untuk mendukung pengembangan budidaya udang rakyat.
Percontohan tambak di APS (kini Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo) sebagai sarana penelitian, praktik lapangan, dan pembelajaran bagi para taruna.
Program KUR BNI dikembangkan di Lampung, kerja sama antara Menteri daerah tertinggi dan CPPrima.
Pengembangan pertama di tambak RtVe berlokasi Banjar Negeri, Lampung Timur. Memiliki 2 petak @800m² dengan 2 tandon @300m².
Kolam CPVe awalnya dibangun di lahan bekas tambak-tambak mangkrak. Konsepnya adalah membangun petak CPVe di dalam petakan yang sudah ada.
Dasar petakan hanya berkisar 30–40 cm berada di dalam tanah lahan, sedangkan selebihnya berada di atas permukaan tanah (sering disebut sebagai tambak gantung).
Sehingga kelebihan model tambak CPVe adalah tidak memerlukan tambahan tanah dari luar.
CPVe memiliki berbagai ukuran diameter dan pilihan konstruksi, menggunakan HDPE, terpal maupun semen sehingga kedap air. Kebutuhan oksigen dipenuhi melalui kincir dinamo, turbo jet maupun blower.
Adalah inovasi baru budidaya udang vannamei intensif maupun super intensif menggunakan kolam bundar yang lebih ekonomis, praktis, dapat dibongkar pasang serta cocok untuk lahan sempit.
Jalan tercepat dan terbaik menuju kesuksesan adalah mendukung orang lain meraih keberhasilan.