Peraih Adibakti Mina Bahari 2013
Pendampingan Nasional 08138055357
PROGRAM KAMPUNG VANNAMEI

Dari Tambak Idle Menjadi Tambak Produktif

Perjalanan revitalisasi tambak rakyat Indonesia sejak tahun 2002 hingga menjadi program nasional.

PROFIL REPVE

Dari Tambak Terbengkalai Menjadi Tambak Produktif

Kolapsnya budidaya udang windu yang pada awal tahun 1990-an menjadi primadona devisa negara non-migas meninggalkan jejak yang mengenaskan berupa tambak-tambak yang tutup dan terbengkalai di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi ini memunculkan tantangan baru, apakah lahan yang dikembalikan dari investor tersebut dapat dikelola sendiri oleh rakyat sebagai pemilik lahan dan kembali menjadi sumber penghidupan yang produktif.

1990+

Kolaps Windu

→
2000

Tambak Idle

→
2002

KaVe

→
2009

RtVe

→
2017

CPVe

Revitalisasi tambak dengan budidaya udang vannamei menjadi solusi. Upaya bersama tersebut membuka lembaran sejarah baru bahwa pengembangan tambak rakyat dapat meraih sukses.

Keberhasilan tersebut dicapai melalui pemilihan segmentasi budidaya yang tepat, pendampingan teknis yang konsisten, serta penerapan SOP yang disiplin.

2002

KaVe

Kampung Vannamei, program revitalisasi tambak idle melalui budidaya udang vannamei berbasis kawasan.

2009

RtVe

Rumah Tangga Vannamei, budidaya skala rumah tangga dengan modal minimal dan hasil maksimal.

2017

CPVe

Cluster Petambak Vannamei, pengembangan tambak rakyat yang lebih modern, produktif dan berkelanjutan.

20+

Tahun Pengalaman

3

Program Inovasi

2013

Penghargaan Nasional

Melahirkan Entrepreneur Baru

Inisiasi yang sukses tersebut tidak hanya melahirkan entrepreneur (wirausahawan baru) yang sukses, tetapi juga menghasilkan pengakuan nasional atas kontribusinya dalam pengembangan pertambakan udang rakyat di Indonesia.

2013
PENGHARGAAN NASIONAL

Peraih Adibakti Mina Bahari

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Nonot Tri Waluyo sebagai Tokoh Penggerak & Pendamping Pertambakan Udang Indonesia .

SOSOK DI BALIK REPVE

Nonot Tri Waluyo

Inisiator KaVe, RtVe dan CPVe yang mendedikasikan lebih dari tiga dekade untuk pengembangan tambak rakyat Indonesia.

Nonot Tri Waluyo, alumni Perikanan Universitas Brawijaya tahun 1983, memiliki perjalanan panjang dan penuh pengalaman dalam dunia budidaya perikanan Indonesia.

Selama mengabdi di CPPPrima pada periode 1990–2023, beliau dikenal sebagai sosok yang selalu menghadirkan ide, inovasi dan solusi nyata bagi petambak rakyat. Pengalamannya tidak hanya diperoleh dari ruang kerja, tetapi juga dari keterlibatan langsung di lapangan bersama petambak di berbagai daerah Indonesia.

Melalui kerja sama dengan petambak, sektor swasta, perguruan tinggi serta pemerintah, beliau mengumpulkan wawasan dan pengalaman yang sangat luas mengenai pengembangan budidaya udang rakyat.

Dari pengalaman tersebut lahirlah berbagai inisiatif yang kemudian dikenal sebagai KaVe (Kampung Vannamei), RtVe (Rumah Tangga Vannamei), dan CPVe (Cluster Petambak Vannamei).

Program-program tersebut berhasil membantu revitalisasi tambak-tambak yang tidak aktif, membina petambak dari nol pengalaman hingga menjadi pelaku usaha yang sukses dan mandiri.

Banyak kisah inspiratif dan kreativitas petambak dari berbagai pelosok negeri yang berhasil terbangun melalui pendekatan pendampingan teknis yang konsisten dan berkelanjutan.

Dari Zero To Hero

Salah satu pengalaman paling berharga adalah mendampingi petambak dari nol pengalaman hingga mampu menjadi pengusaha tambak yang sukses. Pendekatan inilah yang kemudian menjadi fondasi utama lahirnya program KaVe, RtVe dan CPVe.

Meskipun telah menyelesaikan masa pengabdiannya di CPPPrima, semangat untuk membangun sektor budidaya Indonesia tidak pernah berhenti.

Beliau kemudian mendirikan Republik Vannamei (RepVe) sebagai wadah untuk melanjutkan pendampingan, pengembangan usaha budidaya, berbagi pengalaman, serta membantu lahirnya generasi petambak baru yang lebih produktif.

Bersama RepVe, berbagai gagasan dan pengalaman tersebut terus berkembang, menjangkau lebih banyak pelaku usaha, dan tidak hanya terbatas pada komoditas udang vannamei, tetapi juga berbagai sektor perikanan lainnya.

40+

Tahun Pengalaman

2002

Inisiator KaVe

2009

Inisiator RtVe

2017

Inisiator CPVe
"Maju Bersama, Sukses Bersama"
ERA UDANG WINDU
Sampai 2000
1990 - 2000

Primadona Non Migas

Komoditas udang windu, mulai awal tahun 1990an menjadi primadona non migas, andalan pendulang devisa negara.

Prospek cerah ini membangkitkan investor untuk berinvestasi besar-besaran di sektor perikanan budidaya khususnya udang windu.

Daerah-daerah potensi di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Indonesia Timur bergeliat membuat tambak udang.

KRISIS WINDU

Kolaps

Tahun 2000an, Budidaya udang windu kolaps akibat kasus penyakit dihampir seluruh wilayah Indonesia yang berakibat banyak tambak yang tidak aktif/terbengkalai/idle sehingga ekspor udang turun drastis.

HOT NEWS

Perhatian Media Nasional

Karena pentingnya sektor perikanan khususnya bisnis udang, beberapa media memberitakan tambak-tambak yang tutup/idle/terbengkalai.

Disisi lain beberapa pengolah udang (cold storage) berinisiatif impor udang karena berkurangnya pasok udang didalam negeri.

POTENSI NASIONAL

Potensi ibarat macan tidur

SCI (Shrimp Club Indonesia), sebagai organisasi yang mewadahi para petambak Indonesia, menyampaikan data tambak-tambak yang tutup dan getol mencari solusi.

AWAL REVITALISASI
KaVe

Apa itu Revitalisasi?

Proses revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. Pendekatan revitalisasi harus mampu mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan: sejarah, makna, keunikan lokasi dan citra tempat. (Danisworo, 2002).

Untuk melaksanakan revitalisasi perlu adanya keterlibatan masyarakat. Masyarakat yang terlibat tidak hanya masyarakat di lingkungan tersebut saja, tapi masyarakat dalam arti luas (Laretna, 2002)

Revitalisasi ala KaVe :

Revitalisasi tidak hanya perbaikan tanggul, pemakaian pompa dan kincir rangkai/long arm yang sesuai untuk komuditas udang vannamei. Revitalisasi juga merupakan pemberdayaan masyarakat yang berkelangsungan yang didukung keamanan usaha. (Nonot, 2002)

2002

Inisiasi Program Kampung Vannamei (KaVe)

Adalah program revitalisasi tambak-tambak idle/tutup/terbengkalai melalui budidaya udang vannamei pola tradisional plus dan semi intensive dengan konsep kawasan lestari dan pembentukan organisasi usaha berbasis kelompok (cluster KaVe).

Semua keberhasilan dan kesuksesan diawali dari keputusan untuk mencoba.

POLA PENGEMBANGAN

Segmen budidaya dan Pola Pengembangan

Petambak memulai budidaya secara bertahap dari segmen budidaya dari tradisional plus kemudian semi intensive. Jika petambak mampu secara modal dan sarana pendukung, memilih langsung ke semi intensive.

VANNAMEI

Mengapa Udang Vannamei?

  1. Bukan asli Indonesia tetapi cocok dibudidayakan di Indonesia.
  2. Bibit Unggul dan Bebas Penyakit.
  3. Pertumbuhan relatif cepat.
  4. Produktifitas tinggi.
  5. Prospek cerah. Kebutuhan udang dunia tinggi.
Udang Vannamei
TRADISIONAL PLUS

Tambak KaVe Tradisional Plus

Tambak Tradisional Plus, memakai pompa balik untuk meningkatkan oksigen, yaitu mengambil air didalam petakan lalu dimasukkan lagi ke petak budidaya.

DESAIN TAMBAK

Lay Out Tambak Tradisional Plus dan Semi Intensive

Ideal dengan fasilitas tandon atau kolam treatment yang berguna untuk menyimpan air dan mengolah air sebelum masuk ke petak budidaya. Tambak semi intensive biasanya dipilih dari tambak-tambak windu yang sudah tidak aktif.

INOVASI PETAMBAK

Kincir Jadul dengan Poly, Kreatifitas 2002

Kincir rangkai jadi pilihan utama karena belum tersedia dipasaran kincir dinamo 1 phase dan rata-rata listrik belum menjangkau kawasan tambak rakyat.

Petambak membuat kincir rangkai mandiri, modifikasi mesin disel dengan poli (bisa 1 lengan atau 2 lengan)

Bakar bakar: solar.

SEMI INTENSIVE

Tambak KaVe Semi Intensive

Rekontruksi lahan tambak dengan perbaikan tanggul dan dasar petakan sehingga tidak bocor dan lumpur tersentral.

Tambak bekas udang windu, jadi pilihan karena tidak banyak pembenahan. Pilihan dasar petakan : tambak tanah, tambak mulsa, tambak plastik atau tambak terpal (note : bahan HDPE belum tersedia banyak)

KREATIFITAS 2004

Kincir Jadul dengan Gearbox Bekas

Kincir rangkai kombinasi modifikasi gearbox bekas dengan 1 atau 2 lengan.

Bahan bakar : Irek (yaitu campuran minyak tanah sebanyak 1 drum + olie sebanyak 5 liter).

KREATIFITAS 2003

Kincir Jadul dengan Gardan Bekas

Kincir rangkai kombinasi modifikasi gardan bekas. Karena minyak solar mulai mahal, petambak beralih dengan bahan bakar minyak tanah atau irek.

Bahan bakar : Irek (yaitu campuran minyak tanah sebanyak 1 drum + olie sebanyak 5 liter).

KREATIFITAS 2004

Kincir Jadul dengan Gardan Bekas arah bolak balik, Kreataafifitas 2004:

Kincir rangkai kombinasi modifikasi gardan bekas dengan penghantar kincir bolak balik.

Bahan bakar : Irek (yaitu campuran minyak tanah sebanyak 1 drum + olie sebanyak 5 liter).

INOVASI PETAMBAK

Kincir Jadul dengan Gardan Bekas & Bak Persneleng, Kreataafifitas 2004:

Kincir rangkai kombinasi modifikasi gardan bekas dan bak persneleng.

Bahan bakar : Irek (yaitu campuran minyak tanah sebanyak 1 drum + olie sebanyak 5 liter).

Bak Persneleng
KREATIFITAS 2005

Kincir dan Pompa Jadul dengan Gardan Bekas & LPG, Kreatifitas 2005:

Kincir hasil memodifikasi pompa honda dan gardan bekas dengan penggerak LPG melon biru. Selain untuk menggerakkan kincir juga bisa diperalel untuk pompa air.

Bahan bakar : LPG biru 10kg

INOVASI LPG

Kincir Jadul dengan Gardan Bekas & LPG, Kreatifitas 2005:

Kreatifitas kembali muncul akibat kelangkaan minyak tanah. Petambak kincir hasil memodifikasi gardan bekas dengan penggerak LPG melon hijau.

Bahan bakar : LPG melon 3kg

PEMETAAN KAVE

Pemetaan Kawasan KaVe

Pemetaan Kawasan tambak terbengkalai/idle menjadi beberapa KaVe untuk melihat potensi dan mempermudah pembinaan.

BIOSECURITY

Biosecurity di Kawasan Tambak

Penerapan biocesurity sangat bermanfaat dalam peningkatan sukses usaha dalam satu kawasan yang beragam segmen budidaya.

Manfaat lain adalah menjalin kekompakan untuk meraih sukses bersama. Biosecurity di tambak udang menggunakan Bird Scaring Device (BSD) dan Crab Protecting Device (CPD).

PENDAMPINGAN TEKNIS

Berbagai Program Pendampingan Teknis

Pendampingan teknis meliputi program : Penerapan SOP yang benar, pembentukan Key Feeder, Diskusi teknis (SGM : Shrimp Group Meeting) dan Studi Perbandingan (FDT : Field Day Tour).

Pendampingan Teknis
MULTIPLY EFFECT

Alur Pembinaan dan Pengembangan Tambak

Dimulai membuat demopond (pilot) dengan pendampingan teknis dan target sukses. Sukses dalam satu kawasan sangat mudah terjadi efek samping (multiply effect) ke Kawasan baru dan seterusnya.

Manajemen Kawasan KaVe
MONITORING TAMBAK

Kegiatan Sampling Udang

Sampling udang dilakukan setelah udang umur 30 hari dan secara periodik diulangi rentang waktu 7 atau 10 hari sekali untuk mengetahui pertambahan berat harian.

Video Sampling Udang
â–¶
DOKUMENTASI LAPANGAN

Aktivitas Pendampingan

Dokumentasi kegiatan monitoring, sampling dan pembinaan petambak dalam satu kawasan KaVe.

PARSIAL HARVEST

Penerapan Parsial Harvest

Parsial harvest dilakukan dengan mengambil sebagian udang pada umur dan size tertentu dan terukur. Dengan cara ini dapat meningkatkan produktifitas tambak dan mengurangi resiko kegagalan.

Parsial Harvest
â–¶
HASIL PANEN

Panen Tambak KaVe Semi Tradisional Plus

Padat tebar tambak semi intensive 10-20 ekor/m2 dengan rata-rata produktifitas 0,8-1,5 ton/ha.

HASIL PROGRAM KAVE

Panen Tambak KaVe Semi Intensive

Padat tebar tambak semi intensive 25-50 ekor/m2 dengan rata-rata produktifitas 2.5-7,0 ton/ha.

MILESTONE KAVE
14 Januari 2006

Pencanangan Revitalisasi Tambak Rakyat

Revitalisasi Tambak Rakyat program KaVe dicanangkan oleh Menteri KKP, Freddy Numberi didampingi Dirjen Budidaya KKP, Made L. Nurdjana di KaVe Kranji, Lamongan – Jatim, 14/1/2006.

(Sekaligus dilakukan panen udang dan tebar benih di tambak milik H. Ainurrofik, Kranji, Lamongan Jatim)

PENGEMBANGAN SDM

Cetak Teknisi Handal melalui Program PACT CPPrima

Kebutuhan teknisi sangat penting untuk menunjang kesuksesan program pengembangan tambak rakyat.

Sempat menjadi Kepala Sekolah Professional Aquaculture Technician Training (PACT) CPPrima, yang berada di Paiton-Jatim, Bandar Lampung, Bangka dan Aceh.

Mendidik calon teknisi dan analis laboratorium, yang kelak ditempatkan di sentra-sentra pertambakan seluruh wilayah Indonesia untuk mengontrol dan menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

PROGRAM NASIONAL

Revitalisasi Tambak Rakyat Tingkat Nasional

Revitalisasi Tambak Rakyat secara resmi dicanangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Freddy Numberi pada 14 Januari 2006.

Program ini merupakan bagian integral dari kebijakan revitalisasi perikanan nasional untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya.

Revitalisasi meliputi :

Rekuntruksi tambak menjadi ukuran kecil (luas 300 – 1.500m2), memakai HDPE/terpal/mulsa dan kebutuhan oksigen dipenuhi oleh kincir dinamo atau kincir rangkai.

Lahan yang dipakai tidak memerlukan area yang luas sehingga banyak petambak yang memanfaatkan kebun pisang, pekarangan rumah, kebun Melati dll.

2009
2009

Inisiator Program Rumah Tangga Vannamei (RtVe)

Adalah program Budidaya vannamei pola intensive skala rumah tangga (small scale) dengan luasan mini, modal minimal dan hasil maksimal untuk usaha yang lebih efektif, efisien dan produktif.

Resiko terbesar dalam hidup ini adalah sama sekali tidak terlibat mengambil risiko.