Circle Pond Vannamei (CPVe) merupakan inovasi budidaya udang vannamei intensif menggunakan kolam bundar yang dirancang lebih efisien, hemat lahan, mudah dikelola, serta mampu menghasilkan produktivitas tinggi melalui penerapan teknologi budidaya modern.
Kolam CPVe awalnya dibangun di lahan bekas tambak-tambak mangkrak. Konsepnya adalah membangun petak CPVe dalam petakan yang sudah ada.
Dasar petakan hanya berkisar 30–40 cm berada di dalam tanah lahan dan selebihnya berada di atas (petambak menyebutnya sebagai tambak gantung).
Sehingga kelebihan model tambak CPVe adalah tidak memerlukan tanah tambahan dari luar.
CPVe dengan diameter bermacam-macam dengan banyak pilihan konstruksi dan memakai HDPE, terpal atau semen sehingga kedap air.
Kebutuhan oksigen dipenuhi dari kincir dinamo, turbo jet atau blower.
Adalah inovasi baru budidaya udang vannamei intensive atau super intensive di kolam bentuk bundar yang lebih ekonomis, praktis (bisa bongkar pasang) dan cocok untuk lahan sempit.
Jalan tercepat dan terbaik menuju kesuksesan adalah mendukung orang lain meraih keberhasilan.
Jadi pilihan utama petambak karena lebih tahan air asin sehingga tahan lama. Biasa dipilih bahan kulit bambu dengan ukuran 2x3 m.
Agar konstruksi lebih kuat, dipasang bambu vertikal dengan jarak 50–80 cm yang dibalut HDPE dan besi cor/baja melingkar di tengah konstruksi.
Contoh: Tambak milik Taufik, Gresik – Jawa Timur.
Tambak CPVe dilengkapi petak pengendapan, petak treatment dan IPAL sebagai satu kesatuan sistem budidaya.
Contoh layout sebagai berikut.
Tersedia kawat wiremesh ukuran 2.4 x 54.0 m per roll sehingga untuk CPVe diameter yang kecil, wiremesh bisa dipotong sesuai kebutuhan dan dibalut dengan terpal.
Kontruksi cukup praktis dan mudah dicontoh.
Contoh : Tambak milik Ibu-ibu PKK, Lombok Timur.
CPVe dengan Diameter 4 meter (D4) dengan kontruksi full bambu dengan terpal. Sangat sederhana dengan memanfaatkan kearifan lokal.
Contoh : Tambak milik M. Sholeh, Sumenep - Jatim
Membutuhkan kawat kawat wiremesh yang cukup Panjang (bisa lebih 1 roll) atau sesuai kebutuhan. Agar kontruksi kuati, perlu dipasang bambu vertikal dan besi cor/baja, melingkar agar kontruksi kuat.
Contoh : Tambak milik Rudy, Gresik - Jatim
Beberapa petambak memanfaatkan bahan galvalume untuk kontruksi tambak CPVe. Lebih praktis dan cukup awet.
Contoh: Tambak milik Muaimin & Parto, Weleri - Jawa Tengah
Biaya cukup mahal meskipun tergantung ketebalan cor dengan perhitungan semakin lebar diameter, kontruksi harus semakin kokoh untuk menghindari pecah.
Contoh : Tambak Rudy Imit, Tulung Agung-Jatim
RtVe D5 (luas 20m2) dengan padat penebaran 250 ekor/m, dapat panen 70-80 kg udang/kolam atau dengan produktifitas 35-40 ton/ha.
Contoh: Tambak ibu-ibu PKK, Lombok Timur
Panen udang dengan Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah didampingi Ali Arrijur Riyadh di Tambak Percontohan RtVe milik Toni Himawan, Lombok Utara - NTB.
RtVe D32 (luas 800m2) dengan padat penebaran 124-140 ekor/m, dapat panen 1,3-1,6 ton udang/kolam atau dengan produktifitas 18-20 ton/ha.
Contoh: Tambak Ilyas, Gresik - Jatim
Program KaVe, RtVe dan CPVe bergulir luar biasa diseluruh pelosok negeri. Dimulai tahun 2002-2018, terdata jumlah petambak sebanyak 2.965 orang dengan jumlah petak 10.424 yang mencakup area efektif sebesar 3.632 ha.
Filosofi rangkaian kereta api yang sering diibaratkan ekonomi bergerak bermakna bahwa roda perekonomian bekerja layaknya gerbong yang saling menarik dan terus bergerak maju. Dalam dunia bisnis filosofi ini menggambarkan konsep efisiensi, kolaborasi dan kesinambungan. Program KaVe, RtVe dan CPVe, menjadi contoh nyata.
Sukses Inisiasi Petambak Sukses.
Kerjasama dengan WFF (Walton Family Foundation) dan LSM Lingkungan Rare dengan program pengembangan tambak rakyat di Kekatung, Mahabang dan Margasari. Propinsi Bandar Lampung yang berhasil meningkatkan produktifitas dan pendapatan petambak.
Kerjasama dengan JALA dengan inisiasi program pengukuran kualitas air dan monitoring tambak
Menjelaskan program pengembangan tambak rakyat kepada Menteri KKP RI, Edhy Prabowo yang didampingi oleh Dirjen Budidaya. Slamet Soebjakto.
Republik Vannamei (RepVe) merupakan wadah besar pengembangan tambak rakyat di Indonesia.
Upaya yang sudah dilakukan bersama CP Prima, yaitu melalui program revitalisasi tambak tidak aktif (idle) dengan model KaVe, RtVe dan CPVe, telah membuka lembaran baru bahwa tambak rakyat terbukti bisa sukses.
Inisiasi yang kreatif, solutif dan produktif tersebut mampu melahirkan entrepreneur tambak udang di negeri ini.
Berkembangnya sektor budidaya kemudian diapresiasi menjadi Republik Vannamei Plus (RepVe+) yang tidak hanya fokus pada komoditas udang, tetapi juga terlibat aktif dalam pendampingan teknis, penyediaan alat teknologi terkini, serta pengembangan budidaya ikan berkelanjutan (sustainable aquaculture).
Selain Udang, komoditas unggulan adalah ikan Bandeng, Patin, Nila dan Lele. Komoditas ini juga terkait penggunaan teknologi alat dalam Kompetisi AgResults dengan tujuan peningkatan produksinya.