Republik Vannamei (RepVe) merupakan wadah besar pengembangan tambak rakyat di Indonesia. Upaya yang telah dilakukan bersama CP Prima melalui program revitalisasi tambak tidak aktif (idle) dengan model KaVe, RtVe dan CPVe telah membuka lembaran baru bahwa tambak rakyat terbukti mampu berkembang secara produktif.
Inisiatif yang kreatif, solutif dan produktif tersebut mampu melahirkan entrepreneur tambak udang di berbagai daerah. Perjalanan panjang tersebut kemudian berkembang menjadi Republik Vannamei Plus (RepVe+).
RepVe+ tidak hanya berfokus pada komoditas udang, tetapi juga aktif dalam pendampingan teknis, penyediaan teknologi, pengembangan budidaya ikan, digitalisasi, pembiayaan, penguatan SDM, hingga pembangunan Sustainable Aquaculture di Indonesia.
RepVe+ hadir dengan empat pilar utama yang saling terintegrasi untuk mewujudkan ekosistem budidaya modern, produktif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Menghidupkan kembali tambak rakyat yang tidak produktif menjadi usaha budidaya modern yang lebih efisien, produktif serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
Mengembangkan berbagai inovasi budidaya melalui KaVe, RtVe dan CPVe dengan dukungan teknologi, digitalisasi serta sistem modern untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keberhasilan budidaya.
Memberikan pendampingan teknis secara menyeluruh mulai dari persiapan tambak, proses budidaya, panen hingga pengembangan bisnis melalui jaringan pendamping Republik Vannamei Plus di berbagai daerah.
Membangun ekosistem budidaya udang dan perikanan yang modern, ramah lingkungan, berkelanjutan serta terintegrasi melalui kolaborasi, inovasi, teknologi, penguatan SDM, pembiayaan dan akses pasar dalam satu ekosistem Republik Vannamei Plus.
Republik Vannamei (RepVe) merupakan wadah besar pengembangan tambak rakyat di Indonesia.
Upaya yang sudah dilakukan bersama CP Prima, yaitu melalui program revitalisasi tambak tidak aktif (idle) dengan model KaVe, RtVe dan CPVe, telah membuka lembaran baru bahwa tambak rakyat terbukti bisa sukses.
Inisiasi yang kreatif, solutif dan produktif tersebut mampu melahirkan entrepreneur tambak udang di negeri ini.
Berkembangnya sektor budidaya kemudian diapresiasi menjadi Republik Vannamei Plus (RepVe+) yang tidak hanya fokus pada komoditas udang, tetapi juga terlibat aktif dalam pendampingan teknis, penyediaan alat teknologi terkini, serta pengembangan budidaya ikan berkelanjutan (sustainable aquaculture).
Selain Udang, komoditas unggulan adalah ikan Bandeng, Patin, Nila dan Lele. Komoditas ini juga terkait penggunaan teknologi alat dalam Kompetisi AgResults dengan tujuan peningkatan produksinya.
Tebar Benur di Tambak CPVe (Tambak Milenial) oleh Menteri KKP RI Edhy Prabowo, didampingi CEO CP Prima Hendri Laiman (kanan) dan Slamet Soebjakto (kiri) di Tambak Rudi, Gresik – Jawa Timur, pada 12 Juli 2020.
Dua sisi berbeda tetapi saling mendukung yaitu Pendampingan Teknis dan Tambahan Alat Produksi (Kincir) sebagai upaya peningkatan produksi udang dan ikan dalam bisnis akuakultur.
Panen udang oleh Menteri KKP RI, Edhy Prabowo di tambak Program Pendampingan WFF di Tambak Muhari, Bandar Negeri, Lampung Selatan, Bandar Lampung, pada 19 Juli 2020.
Program pendampingan Republik Vannamei mendapat perhatian dari berbagai media nasional dan daerah. Publikasi tersebut memperkuat penyebaran informasi mengenai keberhasilan pendampingan budidaya, inovasi teknologi, serta pengembangan tambak rakyat kepada masyarakat luas.
Mengikuti Kompetisi Teknologi AgResults Indonesia Aquaculture Challenge Project (AIACP) dengan tujuan peningkatan produksi perikanan.
Kegiatan pendampingan budidaya dan panen udang di Lampung Timur mendapat perhatian media nasional. Publikasi ini memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku budidaya dan Republik Vannamei dalam mendukung peningkatan produksi perikanan.
Program yang digagas dan dibahas bersama stakeholder bisnis akuakultur yaitu udang dan sektor pertanian meliputi porang, ketela pohon serta padi sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Kunjungan Delegasi AgResults-WWF ke lokasi RtVe, Gresik – Jawa Timur pada 17 Mei 2022 sebagai bagian dari evaluasi, pengembangan teknologi dan peningkatan produktivitas budidaya.
Bekerja sama dengan Aquarev untuk membantu petambak lokal meningkatkan produksi dari tambak tradisional menjadi lebih produktif, sekaligus menjadi percontohan konsorsium dalam koperasi.
Contoh implementasi dilakukan pada Tambak Yunus bersama 9 anggota yang tergabung dalam Koperasi Ruguk Makmur di Lampung Selatan.
Pembelajaran dalam pengelolaan tambak rakyat yang digagas CP Prima dan Aquarev dengan model koperasi merupakan salah satu contoh penerapan konsorsium / kelompok.
RepVe melalui program AgResults-WWF mendukung kebutuhan kincir yang dibayar melalui iuran anggota sehingga pengelolaan tambak menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
Implementasi model konsorsium dilakukan secara langsung di kawasan tambak rakyat sebagai bentuk kolaborasi antar anggota, berbagi fasilitas produksi, efisiensi biaya operasional, serta peningkatan produktivitas budidaya udang yang berkelanjutan.
RepVe mempersiapkan diri sebagai pendamping petambak ikan melalui program Sinau Bareng. Seperti contoh berikut, terkait penggunaan kincir, manfaat kincir dan blower untuk peningkatan produksi perikanan.
RepVe bersama Tambak Pazi Jember membangun percontohan Nursery Pond (NP) yang diharapkan menjadi contoh pengembangan budidaya di kawasan tambak Pantai Selatan Jember.
RepVe mempersiapkan diri sebagai pendamping petambak ikan dengan update budidaya terkini. Materi pendampingan meliputi budidaya ikan nila, bandeng dan patin sebagai bagian dari pengembangan akuakultur berkelanjutan.
Kegiatan Roadshow AgResults dilaksanakan 3–4 kali dalam setahun di sentra-sentra pembudidaya.
Selain mengadakan pertemuan teknis, juga dilakukan kunjungan lapangan untuk mendapatkan masukan dari para pembudidaya yang kemudian dibahas dalam forum teknis.
Berikut prestasi Republik Vannamei (RepVe) selama mengikuti Kompetisi Teknologi dalam Program AgResults Indonesia Aquaculture Challenge Project (2021–2026).
Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi Republik Vannamei dalam menghadirkan inovasi teknologi budidaya yang berdampak terhadap peningkatan produktivitas tambak rakyat.
Pengembangan Kampung Vannamei menjadi perhatian nasional sebagai salah satu model pengembangan kawasan budidaya udang yang terintegrasi.
Berbagai pemberitaan nasional mengangkat potensi Kampung Vannamei sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan petambak dan penguatan sektor akuakultur Indonesia.
Republik Vannamei terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi budidaya, pendampingan teknis serta produk pendukung untuk meningkatkan produktivitas tambak rakyat secara berkelanjutan.